Cara Paralel TR Final Power Blazer 500W
Alhamdulilah ada waktu untuk ngeposting lagi he..he.. Tidak terasa kita sudah masuk bulan terakhir di tahun 2018 ini. Pastinya pada akhir tahun bulan desember ini akan ada banyak agenda yang direncanakan buat liburan bersama keluarga. Next posting kali ini adalah menjawab pertanyaan dari rekan kita di g+ tentang bagaimana cara paralel tr final pada power blazer 500w? Sebenarnya cara memparalel tr final pada semua power sama saja, tinggal kita konek saja kaki BCE pada tr final pada pcb power. Tapi kenyataan dilapangan, masih banyak yang bingung cara paralel tr finalnya bagaimana. Khusus power blazer 500w ini, akan sedikit berbeda cara paralel tr finalnya. Perbedaannya terletak pada koneksi out speaker yang biasanya pakai emitor tr final, tapi pada power blazer ini out speaker pakai colector dari tr final. Disini letak kebingungannya. Ditambah juga dengan pemasangan tr final pada pcb yang kelihatan seakan-akan cuma berjejer pakai satu jenis tr final saja. Letaknya seperti ini PNP,PNP dan NPN,NPN. Padahal koneksinya sebetulnya sama saja dengan power lainnya yaitu PNP dan NPN. Supaya tidak bingung, simak lebih lanjut ya.
Banyak sekali jenis dari power blazer ini. Kali ini akan saya bahas cukup pakai power blazer 500w dengan sistem out colector. Pembahasan disini saya fokuskan pada sistem tr final out colectornya. Tentunya pada power blazer yang lain juga menggunakan sistem yang sama. Power blazer ini pemasangan tr finalnya berbeda dengan power pada umumnya. Yang mana pada power umumnya out speaker menggunakan emitor tr final, tapi pada power blazer out speaker menggunakan colector tr final. Atau orang biasanya menyebut dengan Power Amplifier Common Emitter. Yaitu sebuah power amplifier yang menggunakan sistem output pakai colector tr final. Power jenis ini sebenarnya dari dulu juga sudah ada. Tapi kebanyakan luput dari pengamatan he..he..
Kalau kita lihat sekilas power blazer diatas, kita tidak akan tahu kalau sebenarnya power tersebut menggunakan sistem common emitter. Berbeda dengan power pada umumnya. Darimana kita bisa tahu power tersebut pakai common emitter atau gak? Bisa kita lihat pada jalur out speakernya. Pada jalur out speaker power ini pasti akan terhubung langsung dengan kaki colektor tr final, baik tr final NPN dan PNP nya. Hampir saja keliru menyebut dengan power common collector he..he.. Ternyata power yang menggunakan out colector yang benar adalah power common emitter. Jadi jangan salah sebut ya he..he.. Kalau kita lihat dari pcb tidak akan ketahuan, mari kita lihat dari skemanya.
Gambar diatas adalah potongan skema dari tr final power amplifier common emitter. Silahkan lihat jalur out speaker yang terhubung langsung dengan colector tr final. Kenapa kok terhubung langsung dan gak pakai R kapur? Memang desain sistemnya seperti itu mas he..he.. R kapur justru tetap dipasang pada kaki emitor tr final, tapi terhubung pada jalur supply tegangan. Kebanyakan orang bingung pada titik ini, cara paralelnya bagaimana? Karena menggunakan output colector. Bagaimana cara paralel tr final pada power blazer 500w ini? Silahkan lihat gambar koneksi di bawah ini.
Silahkan lihat diagram koneksi paralel tr final diatas. Rangkai dan Koneksikan tr final seperti pada umumnya. Yaitu R kapur tetap pada kaki emitor dan R 10 ohm tetap pada setiap basis tr final, kemudian colector konek langsung dengan tr final lainnya. Perbedaannya nanti pada jalur penyambungan pada pcbnya. Yaitu gabungan R kapur konek ke jalur supply tegangan dan gabungan kaki colector konek ke jalur output speaker. Untuk koneksi kaki basis, agar lebih mudah, bisa diparalel langsung dengan kaki basis pada tr final di pcb. Perlu diketahui jalur kaki colector tr final NPN dan PNP memang dijadikan satu masuk out speaker. Awas jangan sampai keliru ya he..he.. Selesai sudah postingan cara paralel tr final power blazer 500w ini. Semoga dengan adanya gambar skema koneksi diatas, bisa membantu anda untuk memparalel sendiri power blazer Anda dirumah. Khususnya paralel tr final pada power amplifier common emitter. Semoga bermanfaat.
Banyak sekali jenis dari power blazer ini. Kali ini akan saya bahas cukup pakai power blazer 500w dengan sistem out colector. Pembahasan disini saya fokuskan pada sistem tr final out colectornya. Tentunya pada power blazer yang lain juga menggunakan sistem yang sama. Power blazer ini pemasangan tr finalnya berbeda dengan power pada umumnya. Yang mana pada power umumnya out speaker menggunakan emitor tr final, tapi pada power blazer out speaker menggunakan colector tr final. Atau orang biasanya menyebut dengan Power Amplifier Common Emitter. Yaitu sebuah power amplifier yang menggunakan sistem output pakai colector tr final. Power jenis ini sebenarnya dari dulu juga sudah ada. Tapi kebanyakan luput dari pengamatan he..he..
Kalau kita lihat sekilas power blazer diatas, kita tidak akan tahu kalau sebenarnya power tersebut menggunakan sistem common emitter. Berbeda dengan power pada umumnya. Darimana kita bisa tahu power tersebut pakai common emitter atau gak? Bisa kita lihat pada jalur out speakernya. Pada jalur out speaker power ini pasti akan terhubung langsung dengan kaki colektor tr final, baik tr final NPN dan PNP nya. Hampir saja keliru menyebut dengan power common collector he..he.. Ternyata power yang menggunakan out colector yang benar adalah power common emitter. Jadi jangan salah sebut ya he..he.. Kalau kita lihat dari pcb tidak akan ketahuan, mari kita lihat dari skemanya.
Gambar diatas adalah potongan skema dari tr final power amplifier common emitter. Silahkan lihat jalur out speaker yang terhubung langsung dengan colector tr final. Kenapa kok terhubung langsung dan gak pakai R kapur? Memang desain sistemnya seperti itu mas he..he.. R kapur justru tetap dipasang pada kaki emitor tr final, tapi terhubung pada jalur supply tegangan. Kebanyakan orang bingung pada titik ini, cara paralelnya bagaimana? Karena menggunakan output colector. Bagaimana cara paralel tr final pada power blazer 500w ini? Silahkan lihat gambar koneksi di bawah ini.
Silahkan lihat diagram koneksi paralel tr final diatas. Rangkai dan Koneksikan tr final seperti pada umumnya. Yaitu R kapur tetap pada kaki emitor dan R 10 ohm tetap pada setiap basis tr final, kemudian colector konek langsung dengan tr final lainnya. Perbedaannya nanti pada jalur penyambungan pada pcbnya. Yaitu gabungan R kapur konek ke jalur supply tegangan dan gabungan kaki colector konek ke jalur output speaker. Untuk koneksi kaki basis, agar lebih mudah, bisa diparalel langsung dengan kaki basis pada tr final di pcb. Perlu diketahui jalur kaki colector tr final NPN dan PNP memang dijadikan satu masuk out speaker. Awas jangan sampai keliru ya he..he.. Selesai sudah postingan cara paralel tr final power blazer 500w ini. Semoga dengan adanya gambar skema koneksi diatas, bisa membantu anda untuk memparalel sendiri power blazer Anda dirumah. Khususnya paralel tr final pada power amplifier common emitter. Semoga bermanfaat.
Kalo ngatasin suwara serak pada folume kecil biasanya d sebabkan d bagian apa mas trimakasih
ReplyDeleteBisa memang dari powernya mas, contoh power 140w. Kalau power lain, biasanya disebabkan tegangan supply kurang besar, setelan bias kurang besar.
DeleteSekarang Anda pakai power apa? Pakai trafo berapa amper? pakai tegangan berapa volt?
Mas trafo 3 amper ct 15 18 25 30 volt..kalau yang 30 volt dipakai buat suplai ocl dan yang 15 buat tone control diperbolehkan tidak ya..
ReplyDeleteBoleh mas.
DeleteOw ya trimaksih mass...
ReplyDeleteMas. Kalau power spiker aktif. Suaranya kecil gk bisa d kecengein. Apa nya ya mas. Mohon bantuan nay
ReplyDeleteBisa dari powernya bermasalah mas. Coba cek tr final.
DeleteOke mas. Makasih
ReplyDeleteMas kalau ampli stereo 2x200watt agar jadi mono 400 gimana ya caranya apakah hanya digabung output R L ..soalnya speakernya cuma satu..
ReplyDeleteDi BTL mas. Silahkan cari artikel di blog ini, label BTL. Atau bisa langsung search di google.
DeleteAtau kalau gak mau ribet, ya pakai 1 power saja.
Untuk R gain yang benar pakai R 10K mas.
ReplyDeletemas mau tanya makhlum pemula, klo trafo 10 ampere 32 ct kira2 untuk power mono mmpu brapa watt dan klo driver stereo kira2 brp watt, klo stereo d BTL jadi brp watt..,trims boss.
ReplyDeleteKalau mono bisa pakai power 800w. Kalau stereo 2x400w. Kalau btl ya sama dapat 800w.
DeleteMas kemarin saya beli kit driver btl 400watt to 1200watt..apakah benar kit tersebut menghasilkan 1200watt..dan apakah tr final dan trafonya aman atau apakah cepat panas dan jebol trimss..
ReplyDeleteYa gak mas, asal tr finalnya cukup dan supply tegangannya juga gak terlalu tinggi.
DeleteUntuk mencegah terjadi kerusakan atau jebol, maka gunakan tegangan supply secara bertahap dari trafo. Jangan langsung dikasih tegangan tinggi.
Jadi coba pakai tegangan rendah dulu, misal pakai tegangan ct 25v dulu dari trafo. Amati suaranya dan amati panasnya. Jika hasil suara normal dan panas normal, maka tegangan supply bisa dinaikkan. Tetap amati suara dan panasnya.
Masss, saya mau tanya...
ReplyDeleteSaya ada driver hyper ocl 300 watt. Apa driver jenis ini sama dengan jenis tef...?
Mohon pencerahannya mass...
Kalau saya lihat pcbnya, itu bukan jenis power TEF mas. Kemungkinan sama dengan power ocl biasa, dengan sedikit perubahan komponen.
DeleteBagaimana ya menurut mas cara menyambung tr final paralelnya...? Soalnya saya buat sprt biasa tr finalnya panasnya tidak warjar mas...
DeleteHarusnya sih sama saja mas cara paralel tr finalnya. Tapi jangan pakai yang diposting ini ya, soalnya beda. Kalau diposting ini khusus paralel tr final untuk power blazer dengan out Colector.
DeleteSilahkan lihat di postingan cara paralel tr final power ocl 150w atau power safari 400w.
Saya buat percis kayak di postingan mas yg di ocl 150 watt itu. Sblm2nya mmg sprt itulah saya buat mem-paralel tr final. Tapi yg buat saya bingung, R kapurnya ada 4 mas. Yang terhubung ke tr final di pcb, saya copot. Yg 2 lagi bernilai tahanan 5W0.1RJ terhubung ke jalur sp out, tidak saya copot. Apakah ada pengaruh R kapur tsb makanya panas mas...?
DeleteYg anehnya , tr final yg paling panas hanya 1 saja. Tepatnya tr 2sc2922 tr paling akhir. Saya periksa jalur semua bagus...
Speakernya mingkem saat saya coba test sentuh input jack 3.5 mm yg biasa saya gunakan saat test...
Untung saat test saya pakai 12 v sprt yg sering mas sarankan hehehehe...
Tolong kasih solusinya ya masss, dan maaf, jd merepotkan mas...
Ya ini masih saya cari skema dan layout pcbnya belum ketemu mas.
DeleteBegini mas, kalau masnya mau, bisa tolong difotokan pcb bagian bawah powernya mas. Untuk saya lihat dan pelajari jalurnya. Karena saya cari gak nemu gambarnya.
Untuk gambar bisa Anda kirim lewat email di halaman contact diatas, atau lewat google plus.
Ok masss, sdh ok... ternyata saya yg krng teliti. Ada yg terbalik. Semua sdh teratasi. Terima kasih atas panduannya...
DeleteSalam
Maaf Mas masih Pemula
ReplyDeletegambar paralel TR diatas ada pengaruhnya ngak dengan DCO dan
berapa Watt keluarnya bila diberi 47 Volt Ct Trafo 10 Amper
Menurut saya gak pengaruh ke DCO. Untuk watt tergantung jenis dan jumlah tr final yang dipakai. Misal Anda pakai 4 set tr sanken, maka daya wattnya bisa sampai 800w. Daya tersebut bisa dicapai jika Amper trafo dan voltasenya mencukupi.
DeleteJika Anda pakai trafo 10A ct 47v, itu sudah cukup untuk mensupply tr final 4 set.
Sy mau nanya mas,sy punya power ampli dr platinum Bagaiman cara pararel tr final ampli jadi yg tdk mggunakan r kapur mas
ReplyDeleteSaya sih belum tahu barangnya. Tapi jika memang benar tidak menggunakan R kapur, maka koneksi paralel tr finalnya, tinggal konek saja sesuai kaki BCE kaki tr final bawaannya.
DeleteJadi tinggal koneksi saja kaki B ke B, kaki C ke C dan kaki E ke E. Tanpa perlu R kapur.
Watt nya jd naik brpa klo diitambah lg 4 pasang..trus ukuran bias nya hrus diatur lg nggk..?
ReplyDeleteKalau ditambah lagi 4 pasang, maka daya watt akan naik sekitar 800w mas.
DeleteBrow minta tolong bikinin skema paralel tr final power stereo...buat contoh driver 3000 watt stereo. Soalnya sy nyari2 tdk nemu2 skema atau gambarnya
ReplyDeleteUntuk paralel tr final pada power stereo, sebenarnya sama saja dengan power mono.
DeletePower stereo kan sama saja dengan 2 power mono.
Untuk driver power 3000w biasanya, sudah dilengkapi dengan paralel tr final yang banyak. Jadi gak perlu diparalel lagi.
Kalau coba power, jangan pakai tegangan tinggi dulu, agar tidak terjadi kerusakan parah. Coba pakai tegangan rendah dulu, misal pakai tegangan ct 18v dari trafo. Baru dilakukan perbaikan.
ReplyDeleteKemungkinan ada kesalahan pemasangan, mungkin tr final salah pasang. Atau ada kesalahan pemasangan komponen, tr driver dan komponen lainnya. Silahkan di cek kembali.
Jangan naikkan tegangan supply power, jika kerusakan belum ditemukan, dan power belum bisa bunyi normal.
Tapi gak ada salahnya dicek lagi. Karena power blazer biasanya pakai sistem out colector, jadi agak sedikit berbeda dengan power biasa yang pakai out emitor.
ReplyDeleteMasalah gak bisa bunyi, ada banyak faktor. Bisa juga karena kesalahan pemasangan tr final. Karena beda sistem tadi. Bisa juga karena posisi tr final kebalik. Atau bisa juga tr drivernya bermasalah. Atau jika kesulitan, ganti driver power saja mas.
Nyimak mas, tolong bikin gambar paralel tr power "blazer st plus 2x250 watt dong mas.
ReplyDeleteKemungkinan sama cara paralelnya dengan power blazer diatas. Karena power blazer rata-rata mempunyai kesamaan sistem di koneksi finalnya.
Deleteasslqm mas.saya mau tanya.saya punya power 1000wat.dengan tr sanken 4set.klo di tambah lagi tr sanken mnjadi 8set.apkh ada knaikan vcc gk.saya pke trafo 10 amper.mksh mas.mhon info ny
DeleteKenaikan vcc supply bisa dinaikkan jika tr final masih mampu dan gak over panasnya.
Deleteaslmqm mas.saya mau tanya.saya punya power 1000wat dengan tr sanken 4set.kira2 klo di tambah tr sanken lgi.mnjadi 8set.apa z yg harus di rubah lgi.trmksh mas
ReplyDeleteGak ada yang perlu dirubah mas. Tinggal paralel saja tr finalnya. Mungkin tegangan supply bisa dinaikkan, jika tr final masih mampu dan gak over panasnya.
DeleteMas klo bisa tolong di aplikasikan ke drever140wat mono bingung soalnya cuma bunyi dengung tapi pemasangan sudah benar dan final juga oke
ReplyDeleteTolong ya masss
Untuk driver power 140w itu menggunakan out colector. Sepertinya sama dengan power blazer diatas. Ya mungkin ada kesalahan pemasangan. Nanti akan saya update di postingan terbaru.
DeleteAskum mas bahar saya mau ty
ReplyDeleteKlw 2SA1494 dan 2SC 3858
Klw di paralel dengan 2SA 1216 dan 2SC 2922 kirA" COCOK gak??? Atau merubah tegangan
Waalaikumsalam.
DeleteCocok mas, gak masalah.
Mas Bahar,kalo power blazer itu SDH termasuk jenis power tef atau bukan dan klo mmg bukan gmn cara nge tef nya.hatur nuwun
ReplyDeleteMohon maaf baru balas. Untuk power blazer banyak macamnya mas. Kebanyakan menggunakan sistem out colector, yaitu menggunakan kaki colector sebagai out ke speaker. Dan kebanyakan tidak di tef mas. Saya belum tahu kenapa kok gak di tef? Apakah memang karena out colector tersebut? Untuk masalah ini saya belum bisa jawab. Untuk cara tefnya akan saya coba dulu.
DeleteOk mas.tks
ReplyDeleteApakah ada perbedaan antara out colektor sama out emitor ,dr segi suara bagaimana,power lebih nendang mas ?
ReplyDeleteSebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara out colector dan out emitor. Jika yang dipakai adalah satu power yang sama. Yang membuat beda sangat jelas adalah karena beda sistem atau komponen pada yang dipakai. Power dengan out colector biasanya memang lebih nendang, jika didukung dengan sistem yang mendukung out colector. Seperti pada power blazer, kebanyakan menggunakan out colector, tapi sistemnya memang didesain untuk out colector. Jadi hasil suaranya lebih mantap.
DeleteBeda jika power dengan sistem out emitor dirubah menjadi out colector. Kebanyakan hasilnya hampir sama tidak ada perbedaan. Karena sistem awalnya memang bukan untuk out colector. Tapi melainkan sistem out emitor yang dirubah menjadi out colector.
Jadi power dengan out colector hasil suara akan lebih nendang, jika memang power tersebut didesain untuk out colector.
Mas mau nanya ni. Emang blazer st 2x250 arus tegangan + di emitor tr 2sa1494.? Bukan di 2sc3858.
ReplyDeleteUntuk power blazer kebanyakan menggunakan sistem out colector. Yang mana out speaker menggunakan kaki colector tr final. Untuk sistem out colector supply tegangan memang akan masuk lewat kaki emitor dan terbalik kutubnya. Jadi memang benar tegangan (+) di kaki emitor tr 2SA1494.
Deletemas mau nanyak kalau inPUT power Blazer 500 waatt Groun nya di taruk sebelah mana mas?
ReplyDeletesoalnya Power Blazer INPUT nya tidak ada Tulis Ground
yang bawah ..
DeleteTerima kasih sudah bantu jawab. Ya betul kotak yang sebelah bawah. Pada bagian input power blazer di pcb ada 2 pin yaitu atas dan bawah. Pin atas adalah input positif dan pin yang bawah adalah ground atau GND.
Deletesama sama om...info saya kmren main paralel joss mantap.... Apa lagi pke elco 4 yg 10.000 80 v.output cross masuk parametric trus ke power...jdi aman power nya......
ReplyDeleteMantap mas
DeleteAsalamualikum mas...Blazer 500w apa aja yg harus dimodif biar suara bas lebih glerrr dan nendang.terimakasih. semoga rejekinya lancar.
ReplyDeleteWaalaikumsalam. Mohon maaf belum pernah modif power tersebut mas.
DeleteNanti saya bantu om...kit blazer nya cb di R kapur yg 0.22 ganti dgn 0.5
DeleteDan TR kecil ganti dgn TIP 41 dan 42
Karna 41 dan 42 bs tambah daya..dan di bawah tip kecil tersebut ganti R yg 1 watt
Assalamualaikum mas mau tnya. Sya bru neli kit baja 1000ss di kanan kiri ada tulisan +vcc dan -vcc tu guna nya apa ya mas. Harus d pasang atau ngga???? Mhon pncerahamx??????
ReplyDeleteWaalaikumsalam.
DeleteSetelah saya lihat di kit pcb powernya. Pada pcb power tersebut sudah dilengkapi dengan rangkaian power supplynya atau include dengan rangkaian psu nya. Jadi sudah ada kiprok dan elco supplynya. Anda tinggal konek ke trafo saja, tanpa perlu menambah kiprok dan elco lagi. Nah pada sisi kanan dan kiri pcb ada tulisan +vcc dan -vcc itu dipakai atau dipasang jika Anda sudah membuat rangkaian psu ditrafo.
Jadi jika Anda sudah pakai rangkaian psu dipcb, menggunakan jalur ac ac ct, maka +vcc dan -vcc di pcb gak perlu dipakai.
Tapi jika Anda sudah membuat rangkaian psu di trafo dan menggunakan jalur +vcc dan -vcc pada pcb power, maka rangkaian psu dipcb tidak boleh digunakan lagi. Jadi tidak boleh menggunakan jalur ac ac ct di pcb lagi.
Untuk lebih mudahnya pakai saja rangkaian psu dipcb dan tulisan +vcc dan -vcc dipcb tidak perlu dipasang.
Mas kalau men-setting dco nya gimana mas
ReplyDeleteUntuk setting dco power blazer out colector, sama saja dengan power pada umumnya yang pakai sistem out emitor. Yaitu dengan cara lepas dulu semua beban speaker. Posikan volume power dalam keadaan tertutup atau tidak boleh ada sinyal suara masuk. Kemudian ambil avometer, set di skala VDC 20v atau 50v. Tempelkan probe negatif ke ground dan probe merah ke out speaker power. Dalam kondisi normal, harusnya dco terbaca nol volt. Atau jika ada, maka tegangan harus sekecil mungkin yang keluar di out speaker. Tidak lebih dari 1 volt.
DeleteMas kalau di paralel seperti ini power nya naik jadi berapa? 1500 watt ya?
ReplyDeleteTpi klo mau jep lagi pke elco yg 100 volt om..cukup 4 trafo 10 A pke 45 volt
Delete5 set tr final, sekitar 1000 watt mas.
DeleteIya om bahar... apa lgi di bantu crossover trus parametric volume gak sampe 1/2
ReplyDeleteTetangga pasti minta di pelanin wkwkwkwk
Saya lagi experimen stereo tpi jdi nada low....sama kit Ampli mono 150 watt jdi glerrr
ReplyDeletemas bahar tolong dibantu blazer ku kok nggak bisa di set dco di nol volt ya. kalau di set 0 volt langsung power drop kesedot semua, transistor langsung panas sekali. sudah cek berulang kali, resistor bias yang ke kaki basis dipakai nya 1 ohm, sedangkan resistor kapur sama yaitu 0.22 ohm. ini punya saya blazer type lama mas, mungkin umurnya sudah 20 tahun wkwkwkwk.. tapi ya gak di setting dco nya suara sudah bagus sih, makanya saya malah jadi bingung dco nya gak bisa di nol kan
ReplyDeleteUntuk kit power blazer kebanyakan menggunakan sistem out colector. Jadi mungkin beda dengan sistem out emitor. Setting DCO dibatas minimum saja mas. Jangan di nolkan. Setting dco sampai tr final tidak terlalu panas dan tegangan tidak terlalu drop. Meskipun nanti DCO keluar sedikit gak masalah. Asal hasil suara normal dan tr final tidak terlalu panas.
DeleteUntuk sistem out colector memang beda perlakuannya mas.
oh iya blazer saya seperti ini mas skema nya http://nusicku-skemaelektronik.blogspot.com/p/power-blazer-300-watt.html
ReplyDeleteYang kamu putar itu bukan VR DCO mas. Melainkan VR Bias. Makanya tr final jadi sangat panas. Bisa jadi bias terlalu besar yang masuk ke tr final. Kembalikan settingan VR bias seperti pada awalnya mas. Sebelum sampeyan rubah.
Deletehoalah tobaattt.. untung cepat saya matikan mas wkwkwk.. jadi skema saya itu nggak ada vr dco ya mas?
Deleterencana saya mau paralel transistor final nya mas, saran mas bahar ikut skema asli pakai tahanan 1 ohm atau tahanan 10 ohm ya mas? rencana nya saya mau paralel dengan transistor hanaya saja, karena sudah sulit mencari transistor sanken asli (dan kemungkinan juga sudah nggak ada lagi). soalnya saya yakin yang di bilang asli pun kemungkinan besar sablonan saja.
DeleteYa gak ada VR DCO nya mas. Yang ada itu VR bias.
DeleteGak masalah pakai R 1 ohm atau 10 ohm. Gak ada bedanya. Pakai yang aslinya saja mas, yang di pcb. Kalau pakai tr final Hanaya, pakai tegangan ct 32v mungkin jebol mas he..he..
rencananya memang mau turunkan tegangan mas. sekarang malahan pakai ct 48v ac, dikonversikan jadi 68v dc. kalau hanaya main di tegangan berapa ya mas bahar? mungkin mas bahar punya pengalaman menggunakan hanaya. atau ada saran transistor yang lebih bagus mas? saya lihat ada merek monstar dan astello.
DeleteUntuk hanaya, monstar dan astello gak kuat dipakai untuk tegangan tinggi mas. Mentok pakai ct 25v dari trafo. Itupun kadang masih ketar-ketir. Konslet dikit, sudah jebol tr nya.
DeleteSaran saya mending pakai tr toshiba C5200 dan A1943. Tapi beda bentuk fisik dari tr sanken. Daripada beli tr sanken yang abal-abal he..he..
saya punya juga seperti ini, 1 ohm juga yang terpasang di pcb nya
ReplyDeleteKalau dilihat di skemanya. Gak masalah pakai R 1 ohm atau 10 ohm. Karena sebelumnya sudah ada R Gain 470 ohm terpasang sebelum elco gain.
ReplyDeleteWah jadi galau mas wkwkwk.. Soalnya kalau pakai Toshiba harus lepas sanken nya ya mas? Gak bisa digabung setau saya.
ReplyDeleteBisa saja sih. Cuma memang lebih baik satu jenis saja. Kalau sanken ya sanken semua dan kalau toshiba ya toshiba semua.
DeleteLah kan tadinya mau naikkan tegangan supply, tapi terkendala tr final. Kalau dipaksakan pakai sanken abal-abal juga sama saja, rawan jebol he..he..
Iya mas. Saya coba cari cari sanken yang ori saja deh. Terimakasih untuk ilmu nya ya mas bahar. Sukses selalu.
DeletePengalaman nihh mas..monstar dan astello gak kuat di geber padahal pke 18 volt
ReplyDeleteGanti deh pke sanken tpi hrus ori..baru deh di gabung" naikkin volt nya
👍🏽👍🏽 ajib deh...
Iya mas. Pengen cari yang asli tapi takut nya yg kw dibilang asli. Soalnya memang ini barang lama yang pabrik nya aja sudah nggak produksi lagi.
DeleteMaaf punten saya 3x ngerakit
DeleteSama seperti itu ngmng ori tpi imi
Jdi saya belajar sendiri
Saya bedakan ori sama imi
Ternyata klo mau banding hanya dri kaki aja....ori buram...imi mengkilat..ori lebih mudah matang hasil solder nya..klo imi yaa tau sendiri
Waduh hahaha.. Kalau beli online agak susah sih pakai ilmu itu mas. Terpaksa coba coba beli di toko online yang reputasi nya bagus. Terima kasih atas saran nya mas Adjy
DeleteMalam om saya mau tanya saya mau main kit kecil mono 400 watt.sanken
ReplyDeleteSaya test awas geber di r 330 ke bakar
Lalu saya upgrade
Di TIP d313 saya ganti TIP 41
Dan tip 32 saya ganti tip 42
R 330 saya ganti 2 watt
Elco bawaan uf 47 50 saya ganti uf 47 100
Dioda zinner saya ganti dioda 1A semua
Yg mau saya ty kok saya kasih volt kecil hanya 18 ct.. R kapur nya kok panas dan suara tidak mau klwr?? Tolong kasih solusi nya om bahar...😊
Berarti masih ada masalah di powernya mas. Kalau R kapur panas itu menandakan ada arus DC yang keluar dari tr final. Penyebabnya bisa dari tr final yang short atau bocor atau ada transistor driver atau tr lainnya yang masih rusak. Bisa juga karena pemasangan transistor yang salah posisi atau salah posisi kaki B C E nya. Atau tr kondisi short atau bocor. Coba cek semua transistornya, terutama tr final. Karena rawan rusak, short atau bocor.
DeleteTr final habis saya pke ke kit 1000 normal om bahar
DeleteKlo Tr driver kan d313 sama tip 41 sama om NPN BCE nya..
Klw Tr driver D313 yaa saya ganti 41 di posisi daya + yg 42 di posisi -
Yg d 313 1 nya masih tip 31 om
Apa yg 31 ya masalah
Jika semuanya normal, kemungkinan ada jalur putus atau kesalahan koneksi dari tr final ke pcb. Atau tr driver bermasalah.
DeleteSlmat sore mas, klo blazer 500w d jadikan subwoofer, apakah aman main d 2 ohm (+filter sub, trafo 10a ct 45, sub 12" dobel coil)
ReplyDeleteAssalamualaikum,, mas ada no wa gak,, mau rakit ampli 1200watt eh suara nya kecil ngeresek lgi suara nya mohon pencerahan nya mas
ReplyDeleteNo WA nya siapa ya???
DeleteWa'alaikumsalam tuh kit nya 1200 watt
DeleteSudah komplit Tr apa non Tr??
Waalaikumsalam. Mohon tanya jawab lewat koment blog saja ya. Power 1200W apakah BLazer juga?? Kalau itu kit jadi, poblem suara kecil, bisa dari salah satu transistor ada yang bermasalah. Coba cek semua transistor pada pcb, satu-persatu. Cek juga kualitas transiator, apakah ada yang kelihatan imitasi atau jelek. Seperti kasus tr MJE340 bisa juga menyebabkan suara kecil dan kemresek. Padahal dicek tr normal. Coba diganti tr lain, suara bisa normal. Dalam hal ini perlu adanya uji coba, try and error dulu. Tidak sebatas komponen ini dan itu yang rusak. Komponen normal pun kadang masalah. Maka perlu coba ganti dengan komponen lain.
Delete